Dalam pemeriksaan tanda tangan, satu dokumen tidak bisa dinilai sendirian. Selalu ada dua kelompok dokumen: dokumen yang diuji dan dokumen pembanding. Hasil pemeriksaan hanya sekuat pembandingnya, karena di sanalah tanda tangan yang dipersoalkan ditimbang.
Tanda tangan pembanding adalah contoh tanda tangan yang diketahui benar milik orang yang bersangkutan, dipakai sebagai dasar perbandingan dalam pemeriksaan. Dalam proses analisis, dokumen yang diuji disebut Q, dan dokumen pembanding disebut K. Agar pembanding bisa dipakai, ada syarat jumlah dan rentang waktu yang perlu dipenuhi sejak awal.
Berikut syaratnya, kriteria pembandingnya, informasi yang diperlukan untuk menentukan biaya, dan alur prosesnya.
Baca juga: Pemeriksaan Tanda Tangan Butuh Berapa Lama? Ini Penjelasannya
Dua Syarat Dasar Dalam Melihat Tanda Tangan Pembanding: Dokumen Q dan Dokumen K
Untuk memulai pemeriksaan, ada dua hal yang harus tersedia. Pertama, dokumen yang diuji (Q), yaitu dokumen yang tanda tangan atau tulisannya dipersoalkan. Kedua, dokumen pembanding (K), yaitu dokumen lain yang tanda tangannya diketahui asli milik orang yang bersangkutan.
Tanpa K, tanda tangan pada Q tidak punya tolok ukur, sehingga pemeriksaan tidak bisa berjalan. Karena itu, keberadaan pembanding sama pentingnya dengan keberadaan dokumen yang diuji.
Kriteria Pembanding: Jumlah dan Rentang Waktu
Dokumen pembanding harus memenuhi dua kriteria:
Baca juga: Pemeriksaan Tanda Tangan Palsu: Seberapa Akurat Grafonomi?
- Jumlah: minimal 5 sampai 10 pembanding.
- Rentang waktu: 5 tahun sebelum dan 5 tahun sesudah tanggal dokumen yang diuji (Q).
Alasannya sederhana. Tanda tangan seseorang berubah seiring waktu dan tidak pernah persis sama dua kali. Beberapa contoh dari periode yang berdekatan memperlihatkan kebiasaan penandatangan pada masa itu, sekaligus rentang variasinya. Satu atau dua contoh tidak cukup menggambarkan hal itu.
Sebagai praktik umum, pembanding juga sebaiknya sejenis dengan yang diuji (tanda tangan lengkap dengan tanda tangan lengkap) dan jelas asal-usulnya, yaitu dokumen apa, bertanggal kapan, dan dari mana diperoleh.
Contoh Hitungan Rentang Waktu
Ilustrasi hipotetis.
Baca juga: Kasus Khariq Anhar: Bagaimana Manipulasi Dokumen Elektronik Diperiksa?
Sebuah dokumen yang diuji (Q) bertanggal 2019. Maka dokumen pembanding (K) idealnya berasal dari tahun 2014 sampai 2024, yaitu lima tahun sebelum dan lima tahun sesudah tanggal Q. Pembanding dari tahun 2008, misalnya, berada di luar rentang itu, dan pembanding dari 2014 sampai 2024 yang berjumlah kurang dari lima belum memenuhi kriteria jumlah.
Informasi yang Diperlukan untuk Menentukan Biaya
Biaya pemeriksaan ditentukan berdasarkan beberapa informasi dari kasusnya:
- Jenis dokumen yang akan diuji, misalnya perjanjian, dokumen waris, atau jenis lain.
- Bentuk dokumen yang diuji, yaitu hasil scan, fotokopi, atau dokumen asli, karena bentuk dokumen memengaruhi apa yang bisa dinilai.
- Tahun dokumen yang akan diuji, untuk menentukan rentang waktu pembanding.
- Jumlah pembanding yang tersedia dan pada tahun berapa saja, untuk memastikan kriteria jumlah dan rentang waktu terpenuhi.
- Kronologi kasus secara garis besar, agar kasus dapat dipetakan.
- Foto dokumen yang diuji dan beberapa sampel pembanding, untuk mengecek kualitas dokumen sebelum biaya ditetapkan.
Informasi ini tidak perlu lengkap dan sempurna sejak awal. Yang penting, dikirim sebelum biaya ditentukan, supaya penetapannya tepat.
Alur Prosesnya, dari Pemetaan Kasus sampai Laporan
Prosesnya berjalan dalam urutan berikut:
- Pemetaan kasus
- Penentuan biaya
- Pengumpulan dokumen
- Pengisian formulir permohonan analisa
- Pembayaran DP 50%
- Proses analisa, yang memakan waktu 14 hari kerja
- Laporan selesai
- Pelunasan pembayaran
- Pengiriman dokumen dalam bentuk soft file
- Pencetakan laporan dan pengiriman hard file, setelah soft file dinyatakan “ok”
Pada tahap analisa, goresan tanda tangan pada Q dan K diperbesar dengan mikroskop digital, dan proporsinya diukur dengan perangkat lunak pengukuran, sehingga temuan dapat dicatat dan ditinjau.
Hal yang Membuat Pembanding Sulit Dipakai
Beberapa hal membuat pembanding tidak dapat dipakai atau melemahkan hasil: tahun pembanding di luar rentang lima tahun sebelum dan sesudah Q, jumlah yang kurang dari batas minimal, foto atau salinan yang terlalu buram sehingga detail goresan hilang, dan asal-usul yang tidak jelas sehingga keaslian pembanding itu sendiri bisa dipersoalkan.
Karena itu, pengecekan awal lewat foto dokumen dan sampel pembanding sangat membantu. Kekurangan dapat diketahui dan dilengkapi sebelum biaya ditetapkan dan proses analisa dimulai.
Tiga Hal yang Perlu Disiapkan
Tanda tangan pembanding menentukan seberapa kuat hasil pemeriksaan dapat dipertanggungjawabkan, dan persiapannya tidak rumit bila urutannya jelas. Siapkan dokumen yang diuji (Q). Siapkan pembanding (K) minimal 5 sampai 10 dokumen dari lima tahun sebelum dan sesudah tanggal Q. Lalu kirim informasi untuk menentukan biaya, lengkap dengan foto dokumen dan sampel pembanding.
Dengan tiga hal itu, kasus bisa dipetakan sejak awal, dan proses analisa berjalan dari bahan yang jelas.
Dokumen dan pembanding sudah siap?
Bekali diri dengan ebook Senjata untuk Pengacara.

Klik di sini untuk mendapatkannya.
Ingin memetakan kasus Anda lebih dulu? Hubungi kami di sini untuk pemetaan kasus awal.
Ingin belajar lebih lanjut? Ikuti kami di Instagram @grafonomi.


