Surat PAW Beredar, Ketua Partai Menyangkal: Mengapa Kasusnya Justru Dihentikan?

Surat PAW Beredar, Ketua Partai Menyangkal: Mengapa Kasusnya Justru Dihentikan?

Dugaan pemalsuan tanda tangan surat PAW Golkar Kalsel sempat menjadi perhatian setelah ketua partai menyangkal pernah menyetujui atau menandatangani dokumen tersebut. Surat itu bukan dokumen biasa karena berisi rekomendasi pergantian antarwaktu dua anggota DPRD Kabupaten Tanah Laut.

Namun, penyelidikan akhirnya dihentikan. Bukan karena tanda tangannya telah dinyatakan autentik, melainkan karena pelapor disebut tidak kooperatif dalam memenuhi panggilan klarifikasi. Perkara ini memberikan pelajaran penting: kecurigaan terhadap dokumen tidak cukup tanpa tindak lanjut pembuktian yang konsisten.

Surat PAW Dipersoalkan setelah Beredar

Surat Nomor B-003/DPD/GOLKAR/IX/2025 memuat rekomendasi pergantian antarwaktu atau PAW terhadap dua kader Partai Golkar yang duduk di DPRD Kabupaten Tanah Laut.

Baca juga: Proyek Tak Terlihat, Tanda Tangan Muncul: Bagaimana Dana Rp1,1 Miliar Bisa Cair?

Dokumen tersebut mencantumkan tanda tangan Hasnuryadi Sulaiman selaku Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Selatan. Hasnuryadi menyatakan tidak pernah menerima, menyetujui, maupun menandatangani berkas PAW tersebut.

Kejanggalan lainnya muncul ketika salah satu kader yang tercantum dalam proses PAW juga membantah telah mengundurkan diri. Kasus kemudian dilaporkan kepada polisi pada September 2025. Metro TV News

Menurut ANTARA, laporan tersebut menyebut tiga orang dari lingkungan organisasi. Polisi kemudian mempelajari perkara dan meminta keterangan para pihak untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pidana. ANTARA Kalimantan Selatan

Baca juga: Dipercaya Delapan Tahun, Tanda Tangan Direktur Malah Disalahgunakan?

Mengapa Penyelidikannya Dihentikan?

Polda Kalimantan Selatan menghentikan penyelidikan pada Desember 2025. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel menjelaskan bahwa pelapor hanya hadir ketika membuat laporan dan tidak memenuhi beberapa panggilan klarifikasi berikutnya.

Sementara itu, saksi lain, termasuk pihak-pihak yang dilaporkan, disebut telah memenuhi panggilan penyidik. Penghentian dilakukan untuk memberikan kepastian hukum. ANTARA Kalimantan Selatan

Hal yang perlu dipahami, penghentian penyelidikan karena pelapor tidak kooperatif berbeda dari kesimpulan bahwa tanda tangan terbukti asli. Berdasarkan pemberitaan yang tersedia, tidak disebutkan adanya hasil pemeriksaan laboratorium yang menyatakan tanda tangan tersebut autentik atau palsu.

Baca juga: 70 Sertifikat Koperasi Diduga Bertanda Tangan Palsu, Bagaimana Mengujinya?

Karena itu, kalimat yang tepat bukan “laporan palsu telah terbantahkan”, melainkan “penyelidikan dihentikan sebelum dugaan tersebut memperoleh pembuktian lebih lanjut”.

Penyangkalan Belum Membuktikan Pemalsuan

Pernyataan pemilik tanda tangan merupakan informasi penting, tetapi belum otomatis menjadi kesimpulan teknis. Seseorang dapat menyangkal tanda tangannya, sedangkan pemeriksa tetap harus menilai dokumen dan pembanding secara objektif.

Sebaliknya, tanda tangan yang terlihat mirip juga belum tentu autentik. Pelaku peniruan dapat mengikuti bentuk luar tanda tangan, tetapi proses geraknya mungkin meninggalkan karakteristik berbeda.

Pemeriksaan grafonomi dapat menganalisis:

  • Konstruksi dan arah goresan;
  • Kualitas serta kelancaran garis;
  • Proporsi antarbagian;
  • Pola sambungan;
  • Titik awal dan akhir;
  • Kecepatan relatif;
  • Variasi alami;
  • Keraguan gerak;
  • Indikasi peniruan atau reproduksi.

Kesimpulan tidak dibangun dari satu kemiripan atau perbedaan, tetapi dari kombinasi karakteristik pada tanda tangan sengketa dan pembanding terverifikasi.

Salinan yang Beredar Belum Tentu Cukup

Pemberitaan menyebut salinan surat PAW sempat beredar di media sosial. Untuk kepentingan pembuktian, salinan digital tersebut berguna sebagai petunjuk awal, tetapi belum tentu cukup untuk pemeriksaan penuh.

Hasil pindai dapat kehilangan detail garis, tekanan relatif, penghentian, dan karakteristik lain yang mungkin ditemukan pada dokumen asli. ENFSI menjelaskan bahwa dokumen salinan tidak memuat seluruh detail yang tersedia pada dokumen asli. Pemeriksaan terhadap salinan harus disertai keterangan mengenai keterbatasannya. ENFSI—Best Practice Manual for Forensic Handwriting Examination

Pengacara yang menangani kasus serupa perlu menelusuri:

  1. Surat PAW asli;
  2. Draf dan file digital pembuatannya;
  3. Buku agenda serta nomor surat keluar;
  4. Bukti disposisi atau persetujuan;
  5. Riwayat pengiriman kepada KPU atau lembaga terkait;
  6. Tanda tangan pembanding resmi;
  7. Dokumen organisasi yang mengatur kewenangan penandatangan;
  8. Keterangan pihak yang mengetik, mencetak, dan menyerahkan surat.

Grafonomi berfokus memeriksa autentisitas tulisan atau tanda tangan. Keaslian kop, stempel, nomor surat, file digital, maupun kewenangan organisasi perlu diperiksa melalui sumber dan disiplin terkait.

Pembanding Harus Terverifikasi

Tanda tangan pembanding sebaiknya berasal dari dokumen yang diakui dan dapat ditelusuri proses pembuatannya, misalnya surat keputusan, korespondensi resmi, dokumen perbankan, atau dokumen organisasi yang tidak disengketakan.

Jumlahnya juga perlu memadai. Tanda tangan alami tidak pernah selalu identik sehingga pemeriksa membutuhkan beberapa contoh untuk memahami rentang variasi penulis.

Pembanding idealnya berasal dari periode yang mendekati tanggal surat PAW. Pembanding yang terlalu lama atau berasal dari konteks penandatanganan berbeda dapat mengurangi tingkat keterbandingan.

Pelajaran bagi Pengacara dan Organisasi

Kasus ini memperlihatkan dua persoalan yang berbeda. Pertama, autentisitas tanda tangan dalam dokumen organisasi. Kedua, kesiapan pihak pelapor untuk mendukung proses hukum dengan dokumen dan keterangan yang dibutuhkan.

Ketika laporan telah dibuat, pengacara perlu memastikan klien:

  • Memenuhi panggilan pemeriksa;
  • Menyerahkan dokumen asli;
  • Menyiapkan pembanding yang sah;
  • Menjaga riwayat penguasaan dokumen;
  • Menjelaskan kerugian atau akibat penggunaan surat;
  • Tidak menyebarkan tuduhan melampaui fakta yang sudah terverifikasi.

Organisasi juga sebaiknya mempunyai sistem registrasi surat, kontrol penggunaan tanda tangan, pencatatan perubahan kewenangan, dan mekanisme konfirmasi untuk dokumen berdampak besar seperti PAW.

Jika Anda menangani surat organisasi, rekomendasi PAW, atau dokumen kelembagaan yang tanda tangannya disangkal, konsultasikan kecukupan dokumen dan pembandingnya kepada Grafonomi Indonesia. Untuk menguji keaslian tulisan atau tanda tangan, hubungi Grafonomi Indonesia. Jika kebutuhan Anda adalah memahami kondisi psikologis atau kecenderungan kepribadian melalui tulisan tangan, konsultasikan kepada praktisi grafologi.

Bagikan postingan ini

Artikel lainnya