Cek Tulisan palsu: Bagaimana Cara Memeriksa Keaslian Tulisan? 

Cek Tulisan palsu: Bagaimana Cara Memeriksa Keaslian Tulisan?

Tanda tangan pada perjanjian kredit kini bisa berupa goresan jari di layar ponsel. Surat kuasa bisa dikirim sebagai foto lewat aplikasi pesan. Dokumen yang dulu diminta dalam bentuk asli sering kali tinggal berkas PDF. Wajar bila muncul pertanyaan baru: apakah pemeriksaan tulisan dan tanda tangan hanya untuk dokumen di atas kertas?

Jawaban singkatnya: autentikasi tulisan tidak berhenti di kertas. Tapi bagaimana cara cek tulisan palsu yang diuji melalui gerak tulisan dan tanda tangan, dan jejak gerak itu bisa tertinggal di media yang berbeda, termasuk tanda tangan yang ditangkap perangkat digital seperti tablet atau signing pad. Namun media menentukan seberapa banyak yang bisa dinilai. Fotokopi menghilangkan detail, hasil pindai bergantung pada kualitasnya, dan tanda tangan elektronik tersertifikasi bekerja dengan mekanisme sertifikat yang bukan wilayah pemeriksaan tulisan.

Jadi, apa saja yang bisa diuji? Pembahasan di bawah menguraikannya media demi media, termasuk apa yang masih bisa dinilai dan di mana batasnya.

Baca juga: Pemeriksaan Tanda Tangan Palsu: Seberapa Akurat Grafonomi?

Tanda Tangan yang Tidak Pernah Menyentuh Kertas Pun Diakui Hukum

Hukum Indonesia tidak lagi mensyaratkan tanda tangan harus berada di atas kertas. Pasal 11 ayat (1) UU ITE, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 1 Tahun 2024, menyatakan tanda tangan elektronik memiliki kekuatan hukum dan akibat hukum yang sah bila memenuhi persyaratan tertentu, yang dijabarkan lebih lanjut dalam Pasal 59 PP Nomor 71 Tahun 2019. PP tersebut membedakan tanda tangan elektronik tersertifikasi, yang memakai sertifikat elektronik dari penyelenggara sertifikasi, dan yang tidak tersertifikasi, yang dibuat tanpa jasa penyelenggara itu. Dalam pemeriksaan, Pasal 60 PP 71/2019 menyebut data pembuatan tanda tangan elektronik dapat dipakai sebagai data pembanding, dan penjelasan lebih lanjut tersedia pada ulasan pembuktian tanda tangan elektronik di pengadilan. Sementara itu, hukum acara tentang keterangan ahli tetap menjadi tempat pemeriksaan semacam ini diminta, baik dalam UU Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP untuk perkara pidana maupun Pasal 154 HIR untuk perkara perdata. Hukum sudah mengakui tanda tangan di berbagai media, dan pertanyaan tentang keasliannya tetap bisa muncul di media mana pun.

Tanda Tangan Elektronik Itu Luas, dan Tidak Semuanya Berisi Tulisan

Definisi tanda tangan elektronik dalam UU ITE cukup lebar: informasi elektronik yang dilekatkan atau terkait dengan informasi elektronik lain dan dipakai sebagai alat verifikasi dan autentikasi. Cakupan itu bisa berupa kode sekali pakai, grafis hasil pindai tanda tangan basah, sampai tanda tangan bersertifikat.

Sebagian besar dari bentuk-bentuk itu tidak memuat tulisan sama sekali. Keasliannya bertumpu pada sistem, bukan pada goresan. Yang relevan bagi pemeriksa tulisan adalah bentuk yang masih membawa jejak gerak tangan manusia: gambar tanda tangan hasil pindai, tanda tangan pada foto dokumen, dan tanda tangan yang digoreskan langsung di layar tablet atau signing pad.

Baca juga: Mau Cek Tanda Tangan Palsu? Kenali Layanan Grafonomi dan Batasnya 

Bagaimana Cara Cek Tulisan Palsu?

Yang Diperiksa adalah Jejak Gerak, di Mana pun Jejak Itu Berada

Pemeriksaan tulisan menguji gerak, bukan media. Selama jejak goresan tertinggal cukup jelas dan tersedia pembanding yang memadai, pertanyaannya tetap sama: apakah tulisan atau tanda tangan itu konsisten dengan pembanding yang diketahui asli.

Ruang lingkupnya juga tetap sama. Pemeriksaan ini tidak menilai keabsahan sertifikat elektronik atau keamanan sistem, tidak menilai kertas, tinta, atau cap, dan tidak menunjuk siapa pembuat tulisan. Penjelasan batas ini lebih lengkap di artikel layanan grafonomi.

Fotokopi, Pindai, dan Foto: Garisnya Ada, Detailnya Berkurang

Pada salinan, pemeriksaan masih mungkin dilakukan, tetapi tidak semuanya. Menurut tinjauan pemeriksa dokumen dari Singapura, bila hanya fotokopi yang tersedia, sejumlah ciri dan detail tidak dapat ditentukan. Yang biasanya tersisa adalah bentuk, proporsi, susunan, dan kemiringan. Yang berkurang adalah hal halus seperti tekanan, kelancaran goresan, serta titik awal dan akhir gerak.

Baca juga: Jenis Pemalsuan Tanda Tangan: Sebelum Menyebut Palsu, Kenali Faktanya.

Hasil pindai dan foto berada di antaranya. Pada umumnya, resolusi, sudut pengambilan gambar, pencahayaan, dan kompresi menentukan seberapa banyak goresan yang masih terbaca, dan dokumen yang berpindah antar aplikasi berkali-kali membawa lebih sedikit informasi daripada gambar pertamanya. Karena itu, simpan berkas gambar apa adanya, jangan dipangkas atau diedit, dan bila bisa, minta dokumen aslinya. Kesimpulan pada salinan lebih sering dibatasi, dan itu bukan kelemahan pemeriksa, melainkan cerminan bahan yang tersedia.

Tanda Tangan di Layar: Ada Data yang Tidak Dimiliki Kertas

Tanda tangan yang digoreskan di tablet atau signing pad adalah wilayah yang sudah dikenal pemeriksa dokumen. Sebuah bab buku tentang pemeriksaan dokumen menyebut bahwa pemeriksaan tanda tangan kini meluas ke tanda tangan yang ditangkap secara digital lewat perangkat seperti signing pad, tablet, atau ponsel. Sebuah studi perbandingan menemukan bahwa meski tanda tangan di pad elektronik berbeda dari tanda tangan di kertas pada orang yang sama, pemeriksaan masih dimungkinkan.

Yang menarik, perangkat semacam ini bisa merekam hal yang tidak dimiliki kertas. Menurut kajian Harralson, ukuran yang terekam mencakup durasi, kecepatan, gerak pena di udara, dan tekanan, di samping bentuk seperti kemiringan dan tinggi. Bagi pemeriksa, data waktu ini bisa memperkaya perbandingan, tetapi hanya bila datanya tersedia. Berkas gambar tanda tangan yang diekspor ke PDF umumnya hanya menyimpan bentuk akhirnya, sedangkan data gerak ada di berkas asli pada perangkat atau sistem penyedia.

Ketika Datanya Sendiri yang Perlu Diuji

Data yang kaya belum tentu data yang benar. Menurut kajian yang sama, kualitas data bervariasi, sehingga tidak semua sistem menghasilkan informasi yang andal untuk mendukung pendapat forensik. Sebuah studi tahun 2025 menunjukkan bahwa pada perangkat tertentu, tingkat tekanan yang tercatat bisa ditetapkan secara sembarang, sehingga angkanya sulit dibaca sebagai tekanan sebenarnya, dan menegaskan bahwa akurasi data adalah hal mendasar.

Karena itu, pemeriksaan tanda tangan digital sering melibatkan dua pekerjaan: menilai tanda tangannya, dan menilai apakah data yang menopangnya layak dipercaya. Kerja sama dengan ahli komputer dianjurkan dalam kajian tersebut. Soal standar, dokumen riset NIST menyebut standar khusus untuk pemeriksaan jenis ini (ASB Standard 197) sedang disusun, dan daftar kebutuhan risetnya mencantumkan tantangan membandingkan tanda tangan yang direkam dengan perangkat lunak berbeda.

Tanda Tangan Elektronik Tersertifikasi: Wilayah Lain, dengan Satu Titik Temu

Ada satu kelompok yang berada di luar pemeriksaan tulisan. Tanda tangan elektronik tersertifikasi memakai sertifikat elektronik dari penyelenggara sertifikasi, sehingga keasliannya diverifikasi lewat sertifikat dan sistem, bukan lewat goresan. Yang diuji di sana adalah kode dan keabsahan sertifikat, dan itu pekerjaan ahli teknologi informasi dan pihak penyelenggara.

Titik temunya ada pada data pembanding. Menurut ulasan hukum, Pasal 60 PP 71/2019 menyebut data pembuatan tanda tangan elektronik dapat dipakai sebagai pembanding dalam pemeriksaan. Gambar tanda tangan yang sekadar ditempel pada dokumen, misalnya hasil pindai tanda tangan basah, juga berbeda: ia hanya membawa bentuk statis, dan kemiripan yang terlalu persis dengan tanda tangan di dokumen lain menjadi petunjuk yang dibahas di artikel pemalsuan tanda tangan.

Satu Perjanjian Kredit, Dua Media

Ilustrasi hipotetis.

Seorang debitur menyangkal tanda tangannya pada perjanjian kredit yang ditandatangani di tablet milik pemberi kredit. Yang diserahkan kepada pemeriksa awalnya hanya cetakan PDF. Pemeriksa meminta berkas asli dari sistem, dan menemukan bahwa data gerak tersedia: durasi, jeda, dan variasi tekanan.

Sebagai pembanding, debitur diminta menandatangani lagi di perangkat serupa, dan beberapa tanda tangan di atas kertas dari periode yang sama ikut dikumpulkan. Pada pembanding kertas, goresan diperbesar dengan mikroskop digital. Pada data tablet, perangkat lunak pengukuran menyajikan grafik kecepatan dan tekanan, dan di sini muncul masalah: pembanding dari tablet yang berbeda merekam tekanan dengan skala yang berbeda, sehingga angkanya tidak langsung sebanding. Laporan akhir menyatakan bentuk tanda tangan dapat dinilai lebih tegas, sedangkan dimensi tekanan dibatasi karena perbedaan perangkat.

Pada kasus lain, kesimpulannya bisa berbeda. Yang sama adalah jalurnya: setiap bagian laporan menyebut bahan yang mendasarinya.

Ringkasan: Amankan Apa untuk Media Apa

MediaYang biasanya masih bisa dinilaiYang berkurang atau perlu perhatianYang sebaiknya diamankan
FotokopiBentuk, proporsi, susunanTekanan, kelancaran, awal dan akhir gerakDokumen asli bila ada
Hasil pindaiBentuk dan sebagian detailBergantung pada resolusi dan kompresiBerkas pindai asli, resolusi tertinggi
Foto dan tangkapan layarBentuk bila gambarnya jelasDetail halus, akibat sudut, cahaya, dan kompresiBerkas gambar apa adanya, tanpa diedit
Tanda tangan di tablet atau signing padBentuk, dan data gerak bila tersediaData yang tidak andal atau berbeda skala antarperangkatBerkas data asli dan informasi perangkatnya
Tanda tangan elektronik tersertifikasiDi luar pemeriksaan tulisanDiverifikasi lewat sertifikat dan sistemBerkas dokumen elektronik dan sertifikatnya, untuk ahli lain

Untuk media apa pun, jangan lupa pembandingnya: contoh tulisan atau tanda tangan yang diketahui asli, sezaman, dan sejenis medianya bila memungkinkan. Rincian bahan lain dibahas di artikel layanan grafonomi, dan gambaran prosesnya ada di keaslian dokumen.

Pertanyaan yang Sama, Bukti yang Makin Beragam

Dalam beberapa dekade terakhir, tempat tanda tangan ditinggalkan terus berpindah: dari pulpen di atas kertas, ke pena di atas layar, sampai gambar yang ditempel pada berkas PDF. Yang tidak ikut berpindah adalah pertanyaannya. Bila keaslian dipersoalkan, yang dicari tetap satu hal: apakah jejak gerak itu konsisten dengan pembanding yang diketahui asli.

Yang berubah adalah pekerjaan di sekelilingnya. Pada kertas, bahan yang perlu diamankan adalah dokumen asli. Pada tanda tangan di layar, bahan itu bergeser ke berkas data pada perangkat atau sistem penyedia, dan pada foto, ke berkas gambar pertama sebelum berpindah-pindah aplikasi. Pembanding pun perlu dipilih dengan lebih cermat. Studi perbandingan menunjukkan orang yang sama menghasilkan tanda tangan yang berbeda di pad elektronik dan di kertas, sehingga pembanding yang sejenis dengan medianya bernilai lebih tinggi daripada yang sekadar sezaman.

Ada pula pergeseran siapa yang perlu dilibatkan. Berkas digital umumnya mudah tertimpa, diekspor ulang, atau dikompres, dan pada tanda tangan di layar, kualitas data perangkat itu sendiri ikut diuji. Pemeriksa tulisan, ahli komputer, dan penyelenggara sistem sering perlu bekerja berdampingan, masing-masing pada wilayahnya.

Bagi pengacara, jaksa, notaris, dan penegak hukum, ada pertanyaan pendahulu yang lebih murah dijawab sebelum menanyakan apakah tanda tangan itu asli: berkas apa yang masih ada, dan dalam bentuk paling awal yang mana? Jawabannya sering menentukan seberapa banyak yang nanti bisa dinilai.

Tiga Dokumen di Awal Tadi, dan Jawabannya

Autentikasi tulisan tidak berhenti di kertas, dan tiga situasi di awal artikel bisa dijawab satu per satu.

Tanda tangan di layar ponsel pada perjanjian kredit. Bisa diperiksa, dengan batas. Kuncinya ada pada berkas data asli dari perangkat atau sistem penyedia, pembanding yang sejenis medianya, dan kelayakan data itu sendiri. Perbedaan perangkat dapat membatasi sebagian dimensi, seperti tekanan.

Surat kuasa yang dikirim sebagai foto. Bisa dinilai sejauh gambarnya masih menyisakan detail. Simpan berkas apa adanya, jangan diedit, dan bila bisa, minta dokumen aslinya.

Berkas PDF sebagai pengganti dokumen asli. Jawabannya bergantung pada isinya. Bila yang ada hanya gambar tanda tangan yang ditempel, pemeriksaan bertumpu pada bentuk statis, dan kesamaan persis dengan tanda tangan di dokumen lain menjadi petunjuk. Bila tanda tangannya elektronik tersertifikasi, keasliannya diverifikasi lewat sertifikat dan sistem, yang merupakan wilayah ahli lain.

Media bisa berganti. Pertanyaan yang diuji tetap sama, dan yang perlu disiapkan sejak awal adalah bahan paling awal yang masih ada.


Dokumen Anda tidak lagi hanya di atas kertas?

Bekali diri dengan ebook Senjata untuk Pengacara.

BagaimanaTeknologiGrafonomiMembantuPengacaraMemperkuatBuktiHukum
BagaimanaTeknologiGrafonomiMembantuPengacaraMemperkuatBuktiHukum

Klik Disini untuk mendapatkannya.

Punya dokumen yang keaslian tulisan atau tanda tangannya dipersoalkan? Hubungi kami disini untuk berkonsultasi.

Ingin belajar lebih lanjut? Ikuti melalui instagram @grafonomi.

Bagikan postingan ini

Artikel lainnya