Pemalsuan paspor oleh imigran termasuk dokumen palsu dan manipulasi identitas untuk memperoleh izin tinggal, kerja, atau kewarganegaraan secara ilegal. Artikel ini akan membahas mengenai pemalsuan paspor serta bagaimana sanksinya, simak dibawah ini.
Daftar Isi
ToggleKasus Pemalsuan Paspor
Kasus empat WNA pengguna paspor palsu asal Irak, Suriah, dan Sudan. Ke empat WNA tersebut memiliki motif yang berbeda-beda dan ‘terindikasi’ jaringan Tindak Pidana Perdagangan Manusia (TPPM).
MHAA asal Irak memiliki tujuan ke Amsterdam. Diamankan saat hendak meninggalkan Indonesia menuju Amsterdam dengan penerbangan Garuda Indonesia GA88 terbukti menggunakan Paspor Uni Emirat Arab palsu.
FAB asal Sudan diamankan saat WNA tersebut mencoba memasuki Indonesia dengan visa kunjungan 211A palsu. Tiba dengan penerbangan Etihad Airways EY474 dan menunjukkan dokumen perjalanan berupa paspor dan visa, yang setelah diperiksa melalui laman Molina Imigrasi, diketahui tidak terdaftar secara sah.
Dua warga negara Suriah, IH dan MA, tertangkap di Bandara Soekarno-Hatta karena menggunakan paspor Bulgaria palsu saat tiba dengan penerbangan Emirates EK356. Meski menyerahkan e-Visa dan paspor Bulgaria, pemeriksaan menunjukkan bahwa mereka sebelumnya sudah mengajukan visa kunjungan menggunakan paspor Suriah. Selain itu, ditemukan juga SIM Turki atas nama MA.
Sanksi Hukum Pemalsuan Paspor dan Visa
Di Indonesia, pemalsuan paspor oleh imigran termasuk ke dalam tindak pidana. MHAA WNA asal Irak dan dua WNA IH dan MA asal Suriah terjerat Pasal 119 Ayat (2) UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, sedangkan FAB asal Sudan terjerat Pasal 121 (b) UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
Peran Grafonomi dalam Mengungkap Pemalsuan Identitas
Dalam kasus pemalsuan identitas imigran, grafonomi dapat digunakan untuk:
- Menganalisis tanda tangan dan tulisan tangan dalam paspor, formulir visa, atau dokumen keimigrasian lainnya.
- Membandingkan dokumen milik terdakwa dengan data otentik dari negara asal.
- Menilai orisinalitas tanda tangan, apakah benar ditulis oleh yang bersangkutan atau disalin dari contoh lain.
- Membantu proses penyidikan dengan laporan teknis yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Grafonomi berperan penting dalam memperkuat bukti dalam kasus pemalsuan, khususnya jika pelaku menggunakan dokumen asli milik orang lain dengan mengubah sebagian informasinya.
Kesimpulan
Pemalsuan data imigran bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak luas terhadap sistem keimigrasian dan keamanan negara. Dengan dukungan metode profesional seperti grafonomi, proses identifikasi pemalsuan identitas bisa dilakukan secara ilmiah dan objektif.
Jika Anda bekerja di sektor hukum, imigrasi, atau sedang terlibat dalam kasus serupa, penting untuk memahami dan memastikan semua dokumen telah diverifikasi dengan benar.
📌 Butuh bantuan verifikasi tanda tangan atau dokumen identitas? Hubungi kami atau kunjungi Grafonomi Indonesia dan dapatkan layanan grafonomi profesional yang objektif dan terpercaya.
Bonus! eBook Gratis: Cara Mengenali Tanda Tangan Palsu
Pelajari dasar-dasar analisis tanda tangan langsung dari praktisi grafonomi.
Sumber berita :




