Pemalsuan dapat dibedakan menjadi pemalsuan materiil dan pemalsuan formil. Keduanya memiliki unsur, dampak, dan cara pembuktiannya yang berbeda.
Daftar Isi
ToggleMemahami perbedaan keduanya penting, terutama bagi pihak yang terlibat dalam proses hukum seperti pengacara, notaris, maupun lembaga keuangan. Artikel ini membahas perbedaan pemalsuan materiil dan formil, serta bagaimana grafonomi berperan dalam proses pembuktiannya.
Pemalsuan Materiil
Terjadi ketika isi dokumen diubah atau dimanipulasi sehingga tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Modifikasi ini dapat berupa perubahan angka, tanggal, isi pernyataan, atau penambahan informasi palsu. Contohnya antara lain:
- Mengubah nominal dalam kontrak atau kuitansi.
- Menambahkan klausul baru pada perjanjian tanpa persetujuan pihak terkait.
- Mengganti data identitas pada dokumen resmi.
Karakteristik utamanya adalah perubahan substansi dokumen yang berdampak langsung terhadap hak atau kewajiban pihak yang terkait.
Pemalsuan Formil
Terjadi ketika dokumen dibuat dengan bentuk yang sah secara formal, tetapi isinya berisi keterangan yang tidak benar. Dalam hal ini, pemalsuan ada pada proses pembuatan dokumen yang tidak mencerminkan keadaan sebenarnya. Contohnya antara lain:
- Membuat akta yang menyatakan hadirnya pihak tertentu padahal pihak tersebut tidak hadir.
- Menyusun berita acara dengan keterangan yang direkayasa.
- Mencatat fakta palsu dalam dokumen resmi.
Biasanya terjadi pada tahap pencatatan atau pembuatan dokumen, bukan pada perubahan dokumen yang sudah ada.
Perbedaan Pemalsuan Materiil dan Formil
Secara umum, perbedaan utama antara pemalsuan materiil dan formil terletak pada objek dan cara dilakukannya :
- Pemalsuan materiil: fokus pada isi dokumen yang diubah.
- Pemalsuan formil: fokus pada pembuatan dokumen yang salah dari awal.
Keduanya sama-sama dapat menimbulkan konsekuensi hukum serius, baik pidana maupun perdata. Oleh karena itu, proses pembuktiannya memerlukan analisis forensik dokumen yang cermat.
Peran Grafonomi dalam Mengungkap Pemalsuan Dokumen
Grafonomi berperan penting dalam mengidentifikasi pemalsuan materiil maupun formil. Dengan menggunakan alat seperti mikroskop, perangkat pengukuran, dan software analisis tanda tangan, grafonomi dapat membantu:
- Memeriksa keaslian tanda tangan dan tulisan tangan.
- Menganalisis adanya indikasi penambahan atau penghapusan pada dokumen.
- Memastikan apakah dokumen disusun secara konsisten dengan prosedur normal.
Analisis ini memberikan pendapat ahli (expert opinion) yang dapat digunakan di persidangan untuk mendukung pembuktian.
Kesimpulan
Perbedaan antara pemalsuan materiil dan formil terletak pada cara pemalsuan dilakukan dan objek yang dimanipulasi. Keduanya sama-sama memerlukan pembuktian yang cermat agar kebenaran dokumen dapat dipastikan.
📌Ingin memastikan dokumen yang Anda miliki bebas dari indikasi pemalsuan? Konsultasikan dokumen Anda kepada Grafonomi Indonesia untuk analisis objektif, netral, dan berbasis bukti ilmiah.




