• Home
  • Dokumen Autentik dan Di Bawah Tangan, Mana yang Lebih Kuat?

Dokumen Autentik dan Di Bawah Tangan, Mana yang Lebih Kuat?

Dokumen Autentik dan Di Bawah Tangan, Mana yang Lebih Kuat?

Istilah dokumen autentik dan dokumen di bawah tangan sering muncul, terutama saat terjadi sengketa atau transaksi penting. Namun, tidak semua orang memahami perbedaan antara keduanya dan dampaknya dalam proses hukum. Padahal, pemahaman tentang jenisnya ini sangat penting agar tidak salah langkah saat membuat perjanjian atau kontrak.

Artikel ini akan menjelaskan secara ringkas namun jelas perbedaan antara dokumen autentik dan di bawah tangan, serta pentingnya validitas dan kekuatan pembuktiannya.

Definisi Dokumen Autentik

Dokumen autentik dibuat oleh atau di hadapan pejabat umum yang berwenang dan sesuai dengan prosedur hukum. Misalnya notaris, pejabat catatan sipil, atau lembaga pemerintahan yang sah.

Contoh dokumen Autentik:

  • Akta jual beli tanah yang dibuat oleh notaris
  • Akta kelahiran yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
  • Akta nikah
  • Akta notariil perusahaan

Ciri-ciri dokumen Autentik:

  • Dibuat oleh pejabat yang sah dan diakui hukum
  • Memiliki cap, tanda tangan, dan nomor register resmi
  • Berlaku sebagai bukti kuat di pengadilan, kecuali bisa dibuktikan sebaliknya

Definisi Dokumen Di Bawah Tangan

Dokumen di bawah tangan dibuat oleh para pihak tanpa melibatkan pejabat umum. Meskipun tetap memiliki kekuatan hukum, tetapi memiliki kekuatan pembuktian yang lebih lemah dibanding dokumen autentik.

Contoh dokumen di bawah tangan:

  • Surat perjanjian hutang-piutang antara dua orang tanpa notaris
  • Surat pernyataan waris yang ditulis sendiri oleh ahli waris
  • Tanda terima uang atau barang

Ciri-ciri dokumen di bawah tangan:

  • Tidak dibuat oleh atau di hadapan pejabat umum
  • Bisa ditulis tangan atau diketik
  • Perlu pembuktian tambahan jika disengketakan di pengadilan

Mana yang Lebih Kuat di Mata Hukum?

Secara hukum perdata, dokumen autentik memiliki kekuatan pembuktian yang lebih tinggi. Akta ini dianggap sah hingga dibuktikan sebaliknya. Sementara itu, dokumen di bawah tangan tetap berlaku, namun pihak yang menggunakannya perlu menyediakan bukti tambahan dan syarat lain jika terjadi sengketa.

Karena itu, dalam transaksi bernilai besar seperti jual beli aset, hibah, atau perjanjian kerja sama, sangat disarankan menggunakan dokumen otentik agar lebih terlindungi secara hukum.

Peran Grafonomi dalam Menilai Keabsahan Dokumen

Meskipun bukan penentu legalitas formal, grafonomi dapat digunakan untuk menganalisis keaslian tanda tangan atau tulisan tangan dalam dokumen, terutama dokumen di bawah tangan. Misalnya:

Dengan bantuan grafonomi, kita dapat melihat apakah tanda tangan dibuat secara sah, dipalsukan, atau disalahgunakan. Ini penting dalam proses sengketa hukum atau audit internal.

Kesimpulan

Memahami perbedaan antara dokumen Autentik dan di bawah tangan adalah langkah awal untuk menghindari kesalahan administratif maupun hukum. Masing-masing memiliki kekuatan yang berbeda di mata hukum. Jika Anda membuat perjanjian penting, pastikan memilih bentuk dokumen yang tepat, dan bila ragu soal keasliannya, gunakan bantuan grafonomi sebagai langkah verifikasi.

📌 Ingin memastikan dokumen Anda sah dan dapat dibuktikan secara hukum? Kunjungi Grafonomi Indonesia dan hubungi tim kami untuk layanan grafonomi profesional dan objektif.

Bagikan postingan ini
Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Email

Artikel lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *