• Home
  • Bagaimana Cara Menyiapkan Bukti Tulisan Tangan untuk Persidangan?

Bagaimana Cara Menyiapkan Bukti Tulisan Tangan untuk Persidangan?

Bagaimana Cara Menyiapkan Bukti Tulisan Tangan untuk Persidangan

Dalam sengketa hukum yang melibatkan tanda tangan atau tulisan tangan—mulai dari perjanjian kerja, cek, akta jual beli, kwitansi, hingga surat kuasa—bukti tulisan tangan menjadi elemen penting yang sering menentukan menang atau kalahnya suatu perkara.

Namun banyak pihak masih tidak memahami bagaimana cara menyiapkan bukti tulisan tangan dengan benar, sehingga bukti menjadi lemah, dianggap tidak valid, atau bahkan ditolak oleh pengadilan.
Beberapa masalah umum yang terjadi antara lain:

  • dokumen pembanding terlalu sedikit,
  • pembanding tidak relevan dengan waktu kejadian,
  • dokumen rusak atau telah ditandai (contaminated),
  • tidak disimpan sesuai prosedur,
  • tidak ada rantai penguasaan barang bukti (chain of custody),
  • bukti diambil secara sembarangan tanpa prosedur hukum.

Padahal, menyiapkan bukti dengan benar bukan hanya membantu ahli forensik, tetapi juga menjamin bukti diterima sebagai alat bukti yang sah di persidangan.
Artikel ini membahas tiga langkah utama dalam menyiapkan bukti tulisan tangan untuk persidangan.

1. Mengamankan Dokumen Asli: Langkah Pertama yang Paling Penting

Langkah pertama adalah memastikan dokumen tidak berubah bentuk dan tidak terkontaminasi.

• Jangan melipat, menghapus, menstabilo, atau menandai dokumen.

Perubahan sekecil apa pun bisa mengaburkan tekanan tinta, goresan, atau detail mikroskopis.

• Gunakan sarung tangan atau pegang tepi kertas.

Menghindari sidik jari atau minyak kulit yang merusak permukaan.

• Simpan dalam plastik arsip bebas asam (acid-free sleeve).

• Jangan memfotokopi berkali-kali.

Fotokopi menurunkan kualitas detail forensik.

• Jaga chain of custody.

Catat siapa mengambil, memegang, dan menyerahkan dokumen untuk mencegah sanggahan di sidang.

Mengapa hal ini penting?
Karena ahli forensik hanya bisa bekerja optimal jika dokumen asli dalam kondisi terbaik. Tanpa dokumen asli, nilai pembuktiannya berkurang drastis.

2. Mempersiapkan Dokumen Pembanding yang Valid: Kunci Kekuatan Analisis

Bukti tulisan tangan hanya kuat jika disertai pembanding yang berkualitas tinggi.
Ada empat syarat penting:

A. Jumlah Pembanding Memadai

Idealnya 10–20 tanda tangan atau tulisan tangan dari penulis yang sama.

B. Rentang Waktu Relevan

Pembanding harus berasal dari periode yang dekat dengan tanggal dokumen sengketa.

C. Kondisi Penulisan Beragam

Termasuk tanda tangan formal, informal, tergesa-gesa, santai, atau dalam aktivitas rutin (misal slip bank, presensi).

D. Karakteristik Fisik Serupa

Kertas, pena, ukuran dokumen, dan konteks penandatanganan sebaiknya sebanding.

Jika pembanding buruk, maka hasil pemeriksaan:

  • kurang tegas,
  • sulit dipertanggungjawabkan,
  • mudah dipatahkan pengacara lawan.

Pembanding berkualitas memastikan kesimpulan ahli menjadi kuat, objektif, dan kredibel di mata hakim.

3. Menyusun Bukti Tulisan Tangan untuk Pengadilan: Prosedur Legal dan Profesional

Setelah dokumen diamankan dan pembanding disiapkan, langkah berikutnya adalah memastikan bukti siap secara hukum untuk dibawa ke pengadilan.

• Pastikan ada surat permintaan pemeriksaan (SPP) atau legal standing.

Ahli hanya dapat memeriksa dokumen jika diminta secara sah oleh klien, pengadilan, atau penyidik.

• Siapkan kronologi dan konteks kejadian.

Ahli memerlukan informasi objektif untuk memahami rentang waktu dan pola tanda tangan.

• Pastikan dokumen diserahkan dalam kondisi asli tanpa staples baru atau klip logam.

• Lampirkan dokumen pembanding secara terpisah dalam map aman.

• Simpan hasil analisis digital, foto mikroskopis, dan metadata dokumen.

• Minta ahli membuat laporan sesuai standar:

ASTM, SWGDOC, ISO 17025, atau standar laboratorium forensik nasional.

• Siapkan ahli untuk memberi keterangan lisan di sidang.

Kekuatan bukti sering diperkuat oleh kemampuan ahli menjelaskan metodologi.

Ketika semua standar ini dipenuhi, bukti tulisan tangan memiliki nilai tinggi dan diakui sebagai alat bukti ahli yang sah sesuai hukum pembuktian Indonesia.

Kesimpulan 

Menyiapkan bukti tulisan tangan untuk persidangan membutuhkan prosedur yang rapi, mulai dari mengamankan dokumen, menyediakan pembanding berkualitas, hingga memastikan seluruh bukti sesuai standar teknis dan legal.

Jika dilakukan dengan benar, bukti tersebut menjadi sangat kuat dan mampu mengungkap kebenaran dalam kasus pemalsuan tanda tangan atau sengketa dokumen.

🔍 Menghadapi sengketa dokumen atau tanda tangan?
Lakukan pemeriksaan secara profesional sebelum bukti melemah.

🔗 Konsultasi → www.grafonomi.id/analisis-bukti-persidangan

Bagikan postingan ini
Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Email

Artikel lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *