Analisa Grafonomi dan Grafologi memiliki tujuan, metode, dan penggunaan yang berbeda. Grafonomi digunakan untuk memeriksa keaslian tanda tangan atau dokumen, sedangkan grafologi digunakan untuk menganalisis kepribadian melalui tulisan tangan.
Daftar Isi
ToggleDalam artikel ini, kita akan membahas cara analisa grafonomi dan grafologi, perbedaan metode yang digunakan, serta fungsinya dalam konteks hukum dan non-hukum.
Cara Analisa Grafonomi
Grafonomi berfokus pada verifikasi keaslian tanda tangan dan dokumen. Tujuan utamanya adalah menentukan apakah tanda tangan atau dokumen yang diperiksa asli atau hasil pemalsuan.
Analisa grafonomi dilakukan dengan pendekatan ilmiah menggunakan alat-alat teknis khusus seperti:
- Mikroskop forensik : Untuk memeriksa detail goresan tanda tangan dan struktur garis.
- Alat pengukuran : Untuk mengukur proporsi, jarak antar elemen, dan konsistensi tulisan.
- Software analisa : Untuk menganalisis bentuk, sudut, kecepatan, dan tekanan goresan.
Metode grafonomi bersifat objektif dan berbasis bukti teknis, sehingga hasilnya dapat digunakan dalam proses penegakan hukum.
Cara Analisa Grafologi
Berbeda dari cara analisa grafonomi, grafologi bertujuan menganalisis kepribadian seseorang berdasarkan gaya tulisan tangan.
Analisa grafologi dilakukan dengan mengamati setiap elemen tulisan seperti bentuk huruf, kemiringan, tekanan, ukuran, dan jarak antar huruf atau kata. Semua temuan ini dicatat dalam formulir analisa grafologi, yang kemudian menghasilkan interpretasi mengenai kepribadian, pola pikir, dan kecenderungan emosional seseorang.
Grafologi bersifat subjektif dan interpretatif, tidak digunakan dalam verifikasi dokumen atau proses hukum, melainkan di bidang psikologi, konseling, atau sumber daya manusia.
Fungsi Grafonomi dan Grafologi
Fungsi Grafonomi
Grafonomi memiliki fungsi utama dalam penegakan hukum. Beberapa penerapannya meliputi:
- Memverifikasi keaslian tanda tangan pada kontrak, akta, atau dokumen hukum.
- Mendeteksi pemalsuan tanda tangan atau dokumen.
- Memberikan pendapat ahli (expert opinion) di pengadilan untuk mendukung bukti hukum.
Fungsi Grafologi
Grafologi digunakan untuk tujuan non-hukum, terutama dalam bidang:
- Konseling dan pengembangan pribadi.
- Analisa kepribadian untuk seleksi dan penempatan kerja.
- Memahami pola perilaku, motivasi, dan potensi individu.
Kesimpulan
Meskipun sama-sama menganalisis tulisan tangan, grafonomi dan grafologi memiliki metode dan tujuan yang berbeda. Grafonomi digunakan dalam penegakan hukum dengan alat teknis untuk memverifikasi keaslian dokumen. Grafologi digunakan untuk analisis kepribadian berdasarkan ciri-ciri tulisan tangan.
📌Butuh layanan analisis grafonomi untuk verifikasi dokumen hukum? Hubungi dan kunjungi kami untuk konsultasi profesional di www.grafonomi.id




