Dalam berbagai perkara hukum—mulai dari sengketa perdata, pidana pemalsuan, kasus perbankan, warisan, hingga korporasi—keterangan ahli grafonomi semakin sering digunakan untuk menilai keaslian tanda tangan dan tulisan tangan pada dokumen yang disengketakan. Namun masih banyak pihak yang belum memahami kedudukan hukum keterangan ahli grafonomi dalam sistem pembuktian di pengadilan: apakah bersifat pendukung, menentukan, atau bahkan dapat berdiri sendiri?
Daftar Isi
ToggleKeraguan ini muncul karena:
- masih tercampurnya istilah grafologi dan grafonomi,
• anggapan bahwa analisis tulisan tangan bersifat subjektif,
• belum dipahaminya posisi “keterangan ahli” dalam hukum acara,
• kualitas laporan ahli yang bervariasi,
• kurangnya pemahaman hakim dan pihak berperkara tentang metode ilmiah grafonomi.
Padahal, dalam sistem hukum Indonesia, keterangan ahli grafonomi memiliki kedudukan resmi sebagai alat bukti sepanjang memenuhi syarat formil dan materiil.
Artikel ini membahas tiga aspek utama yang menentukan posisi dan kekuatan keterangan ahli grafonomi dalam sistem pembuktian di pengadilan.
1. Grafonomi sebagai Alat Pembuktian di Pengadilan Oleh Ahli dalam Hukum Acara
Dalam sistem pembuktian Indonesia, keterangan ahli diakui secara eksplisit sebagai alat bukti yang sah.
Dasar hukumnya antara lain:
- Pasal 1866 KUHPerdata → alat bukti meliputi tulisan, saksi, persangkaan, pengakuan, dan sumpah (dikembangkan melalui praktik peradilan dengan keterangan ahli),
• Pasal 164 HIR / Pasal 284 RBg → pengakuan keterangan ahli dalam perkara perdata,
• Pasal 184 ayat (1) KUHAP → keterangan ahli sebagai alat bukti yang sah dalam perkara pidana.
Dalam konteks grafonomi:
• Ahli grafonomi memberikan pendapat berdasarkan keahlian khusus,
• Pendapat tersebut bersifat teknis dan ilmiah,
• Digunakan untuk membantu hakim memahami hal yang berada di luar pengetahuan umum.
💡 Penting dicatat:
Keterangan ahli grafonomi bukan kesaksian fakta, melainkan penjelasan ilmiah yang membantu hakim menilai keaslian dokumen.
2. Kekuatan Pembuktian Keterangan Ahli Grafonomi
Keterangan ahli grafonomi tidak mengikat hakim secara mutlak, tetapi memiliki bobot pembuktian yang tinggi jika disusun dan disampaikan dengan benar.
Faktor yang menentukan kekuatan pembuktiannya:
- Metodologi Ilmiah
• menggunakan standar internasional (ASTM, SWGDOC, ISO 17025),
• analisis dapat diuji ulang (reproducible),
• berbasis data objektif, bukan opini. - Kualitas Dokumen dan Pembanding
• dokumen asli tersedia,
• pembanding cukup jumlahnya,
• rentang waktu relevan,
• kondisi penulisan sebanding. - Kejelasan Laporan Ahli
Laporan grafonomi yang kuat memuat:
• tujuan pemeriksaan,
• metode yang digunakan,
• deskripsi temuan objektif,
• ilustrasi visual (mikroskopis/digital),
• kesimpulan ilmiah yang terukur.
Jika semua faktor terpenuhi, praktik peradilan menunjukkan bahwa hakim sering menjadikan keterangan ahli grafonomi sebagai dasar utama dalam memutus perkara pemalsuan tanda tangan.
3. Hubungan Keterangan Ahli Grafonomi dengan Alat Bukti Lain
Dalam sistem pembuktian, keterangan ahli grafonomi tidak berdiri sendiri secara terisolasi, melainkan dinilai bersama alat bukti lain.
Posisinya sering berfungsi untuk:
- menguatkan atau melemahkan bukti surat,
• menguji keabsahan pengakuan para pihak,
• membantah atau mengonfirmasi keterangan saksi,
• menjelaskan kontradiksi antar alat bukti.
Contoh praktik:
• Saksi menyatakan tanda tangan dibuat secara sukarela → grafonomi membuktikan adanya tekanan atau pemalsuan.
• Surat tampak sah secara administratif → grafonomi mengungkap tanda tangan palsu.
• Pengakuan salah satu pihak → diuji dengan analisis tulisan tangan.
💡 Peran strategis grafonomi:
Menjadi jembatan ilmiah antara bukti surat dan penilaian hakim, sehingga putusan tidak hanya berbasis asumsi, tetapi fakta teknis.
Kesimpulan
Keterangan ahli grafonomi memiliki kedudukan hukum yang sah dan strategis dalam sistem pembuktian di pengadilan. Sebagai alat bukti ahli, grafonomi berfungsi membantu hakim memahami aspek teknis keaslian dokumen yang tidak dapat dinilai secara kasat mata.
Selama dilakukan dengan metode ilmiah, didukung pembanding berkualitas, dan disajikan melalui laporan serta keterangan lisan yang profesional, keterangan ahli grafonomi memiliki bobot pembuktian yang kuat dan sering menjadi faktor penentu putusan.
🔍 Membutuhkan keterangan ahli grafonomi untuk keperluan persidangan?
Pastikan pemeriksaan dilakukan oleh ahli bersertifikasi dan berpengalaman.




